Sorga dan Neraka di Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru
Sorga dan neraka adalah dunia setelah kematian yang kita percayai saat ini. Kita memperoleh konsep ini dari Alkitab. Tetapi apakah Anda tahu bahwa ada pergeseran dalam penggambaran dunia setelah kematian pada Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru? Jika Anda belum mengetahuinya, uraian berikut ini akan cukup mencengangkan.
Dunia Setelah Kematian pada Perjanjian Lama
Sorga di Perjanjian Lama
Di Perjanjian Lama, sorga adalah tempat kediaman Allah dan bala tentara-Nya. Sorga sama sekali bukan tujuan bagi orang yang telah mati.
Kita mengetahui bahwa Nabi Elia terangkat langsung masuk ke Sorga tanpa melalui kematian (2 Raja-raja 2:11). Dan Henokh juga terangkat tanpa melalui kematian (Kejadian 5:24) yang sepertinya juga masuk ke Sorga. Akan tetapi, tidak ada ayat di perjanjian lama yang menyatakan bahwa Sorga adalah tujuan setelah kematian.
Sheol di Perjanjian Lama
Di Perjanjian Lama, semua orang mati, bahkan nabi sekalipun, akan masuk ke sheol (bahasa Ibrani kuno). Alkitab bahasa Indonesia menerjemahkannya sebagai dunia orang mati (Mazmur 16:10), maut (Mazmur 49:15), atau alam maut (Yesaya 14:9), sesuai konteksnya.
Apa buktinya bahwa nabi Allah juga masuk ke sheol setelah mati?
1Samuel 28:3-17 menceritakan saat Nabi Samuel telah mati. Saul yang sedang terjepit, ketakutan dan sudah ditinggalkan Allah, berpikir untuk bertanya ke Samuel. Ia meminta seorang pemanggil arwah untuk memanggil Samuel. Dan Samuel datang! Kenapa Samuel bisa dipanggil oleh pemanggil arwah? Karena ia berada di sheol.
Bukti lain adalah kisah tentang imam besar Yosua di Zakharia 3. Saat itu, imam besar Yosua sudah mati dan berada di suatu tempat. Malaikat TUHAN menjaganya, sementara iblis terus mendakwanya. Ia digambarkan sedang menantikan keselamatan dari Sang Tunas (Zak 3:8). Meskipun tidak dinyatakan eksplisit, dia seharusnya sedang berada di sheol.
Dan Tuhan Yesus sendiri mengatakan bahwa Dialah Sang Tunas.
"Aku, Yesus, telah mengutus malaikat-Ku untuk memberi kesaksian tentang semuanya ini kepadamu bagi jemaat-jemaat. Aku adalah tunas, yaitu keturunan Daud, bintang timur yang gilang-gemilang." (Wahyu 22:16)
Ada sekat di Sheol untuk orang benar dan orang jahat?
Konsep adanya sekat di Sheol berkembang di kalangan orang Farisi sekitar tahun 2 SM, akibat munculnya naskah 1 Henokh, 2 Barukh dan 4 Ezra. (Sebagai catatan, naskah 4 Ezra berbeda dengan kitab Ezra di Perjanjian Lama.)
Pada saat itu, berkembang konsep bahwa sheol terbagi dua yaitu:
- Gehinnom, tempat pemurnian sementara untuk orang jahat.
- Gan Eden, tempat untuk orang benar
Akan tetapi, konsep semacam ini tidak ditemukan di kitab-kitab Perjanjian Lama.
Siapa Penguasa Sheol?
Pertanyaan ini penting agar tidak terjadi salah paham. Allah tetap penguasa Sheol. Karenanya Daud menuliskan mazmur ini yang menyiratkan bahwa Allah bisa ada di sheol.
Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu?
Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situ pun Engkau. (Mazmur 139:7-8)
Dan Iblis hanyalah sosok buangan di sheol, dia seperti preman liar disana.
Ke dunia orang mati sudah diturunkan kemegahanmu dan bunyi gambus-gambusmu; ulat-ulat dibentangkan sebagai lapik tidurmu, dan cacing-cacing sebagai selimutmu."
"Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa! (Yesaya 14:11-12)
Dunia Setelah Kematian Di Perjanjian Baru
Sorga di Perjanjian Baru
Sorga dinyatakan oleh Tuhan Yesus bahwa akan menjadi tempat kediaman Allah bersama dengan orang percaya. Peruntukan sorga telah berubah di Perjanjian Baru.
Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada. (Yohanes 14:2-3)
Firdaus, tempat penantian bagi orang percaya
Akan tetapi, sorga sebagai tempat kediaman Allah dan manusia baru final pada Wahyu 21. Kapan timeline Wahyu 21? Masih 1000 tahun lagi, yaitu setelah masa 1000 tahun damai.
Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: "Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka.
Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu." (Wahyu 21:3-4)
Saat ini, ada tempat penantian sementara bagi orang percaya, yaitu Firdaus. Tuhan Yesus ada di sana, menemani penghuni Firdaus.
Lalu ia berkata: "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja."
Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus." (Lukas 23:42-43)
Dialog itu terjadi di atas kayu salib, Tuhan Yesus menjanjikan untuk bertemu di Firdaus kepada penjahat di sampingnya. Surat dari Paulus dan Timotius kepada jemaat di Filipi juga memperkuat bahwa Tuhan Yesus menemani di tempat penantian itu.
Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu. Aku didesak dari dua pihak: aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus - itu memang jauh lebih baik; tetapi lebih perlu untuk tinggal di dunia ini karena kamu. (Filipi 1:22-24)
Hades, tempat penantian hukuman kekal
Hades adalah bahasa Yunani dari sheol, jadi keduanya sebenarnya sama.
Hades disinggung dalam kisah tentang orang kaya dan Lazarus di Lukas 16:19-31. Pada kisah itu, orang kaya sedang tersiksa di Hades, sementara Lazarus, yang miskin semasa hidupnya, berada di pangkuan Abraham.
Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya. (Lukas 16:23.
Ini bukan neraka lautan api, karena neraka lautan api baru ada setelah penghakiman akhir di kitab Wahyu.
Perpindahan Orang Kudus dari Hades ke Firdaus
Ada kisah supranatural yang dicatat alkitab bersamaan dengan kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus, yaitu kebangkitan orang-orang kudus. Itu adalah momen perpindahan orang kudus dari Sheol atau Hades ke Firdaus.
Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah, dan kuburan-kuburan terbuka dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit.
Dan sesudah kebangkitan Yesus, mereka pun keluar dari kubur, lalu masuk ke kota kudus dan menampakkan diri kepada banyak orang. (Matius 27:51-53)
Pada saat kematian Tuhan Yesus, terjadi gempa bumi dan bukit-bukit batu terbelah. Kubur terbuka dan orang kudus bangkit dari kematian. Tetapi mereka baru menampakkan diri setelah Tuhan Yesus bangkit.
Sepertinya, ada imam besar Yosua di situ, yang berpindah dari Sheol ke Firdaus, karena keselamatan dari Sang Tunas.
Setelah pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib, orang percaya yang mati akan langsung masuk ke Firdaus. Karena maut dan alam maut, tidak lagi menguasai kita.
Perpindahan dari Hades ke Neraka Lautan Api
Sama seperti Firdaus bukan tempat abadi, begitu juga halnya dengan Hades atau Sheol. Kitab Wahyu mencatat perpindahan dari Hades ke Gehenna (atau Neraka Lautan Api abadi).
Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua: lautan api. Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu. (Wahyu 20:14-15)
Jadi neraka yang sesungguhnya baru ada nanti seribu tahun lagi. Saat ini, penghukuman sementara di Hades, iblis dan pengikutnya mungkin masih menjadi preman liar di sana.
Siksaan di Hades/Sheol sudah tidak tertahankan. Tidak bisa terbayangkan betapa tersiksanya di Neraka Lautan Api, tempat siksaan kekal untuk iblis dan para pengikutnya.
Kesimpulan
Terjadi pergeseran di alam setelah kematian sejak pengorbanan Tuhan kita Yesus Kristus di atas kayu salib. Sebegitu besar anugerah Allah pada kita.
Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. (Roma 6:23)
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yohanes 3:16)